Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Maret 2014

Senyum di senja hari

Dipublikasi pada Ahad, 21 September 2003 oleh aharis Annida No.12 Th.XI

April 1984
Menjelang Ujian Akhir SMP Gempa hebat melanda keluargaku, dan telah memporakporandakan bangunan hatiku. Allahu Robbi, kenapa Bapak tega melakukan semua ini? Tak tega melihat ibu yang diam mematung dengan air mata berlelehan. Sementara Pak Jono, Pak Dodi, teman sekantor Bapak menjelaskan dengan bahasa yang dibuat sehalus mungkin. Aku mengintip takut-takut dari lubang kunci, raut wajah Ibu yang tiba-tiba menegang, lalu air mata yang tumpah bak banjir bandang. Bapak dipecat, karena menyelewengkan dana kantor dan terbukti melakukan tindakan asusila dengan rekan wanitanya di kantor. Bahkan, wanita itu telah diberinya rumah di Kecamatan Pare, tiga puluh kilometer dari rumah kami. Bapak dipenjara atas tuduhan korupsi dan berselingkuh dengan istri orang. Aku tahu, bukan sekali ini saja Bapak mengkhianati Ibu. Sebagai anak tertua aku sudah bisa membaca hubungan kedua orang tuaku. Namun baru kali ini kulihat Ibu begitu terpukul. Tentu, dengan dipecatnya Bapak, berarti asap tak akan mengepul lagi di tungku keluarga kami. Sementara lima orang anak perempuan setiap hari membutuhkan jatah nasi yang tidak sedikit. Melihat Ibu bermuram durja, semangat belajarku hilang seketika.

Mei 1984
Ujian Akhir, 03.00 Pagi Suara lantunan ayat-ayat suci membangunkanku dari lelap. Ibu! Begitu biasanya beliau membangunkan kami untuk shalat lail. Segera kutepuk Tini untuk menyusul Ibu. Mata adikku masih memerah menahan kantuk. Tapi kusemangati dia, "Ayo, katanya ingin berdoa, Tini ingin minta apa?" Malam begini dingin menyambut kami di kamar mandi. Air terasa seperti butiran es. Kuusap mataku dan mata Tini sambil tersenyum, sekejap kemudian kesegaran mengaliri seluruh tubuh. Lenyap sudah kantuk yang memberati mata. Ibu menyambut kami dengan senyum, tapi.... matanya begitu sembab, pasti Ibu habis menangis. "Mana adik-adikmu yang lain, Nduk?" kami saling berpandangan, lalu menggeleng dan tersenyum malu. Habis, sulit sekali membangunkan Lastri dan Tinah, bisa ditendang aku nanti, maklum, mereka masih kecil. Usai tahajud, aku terus mengambil buku dan belajar. Ibu menemani sambil meneruskan tadarus Qur'an-nya. Ibu.... Bagaimana orang sealim Ibu bisa mendapatkan orang seperti Bapak. Ah, ngelantur aku ini, kalau tidak ada Bapak, berarti aku juga tidak ada.

Akhir Mei 1984
Akhirnya, selesai sudah ujian akhirku. Alhamdulillah leganya. Setidaknya aku mulai bisa memikirkan yang lain untuk membantu mengurangi beban Ibu. Yah, mau bagaimana lagi, Ibu memutuskan menjual sebagian tanah warisannya untuk menebus Bapak dari penjara. "Bagaimana pun dia bapakmu, Wuk, sejahat dan sebejat apa pun kelakuannya, darahnyalah yang mengalir di tubuhmu." Aku juga tak tahu musti harus bagaimana. Rasanya kaget tiba-tiba ikut terlibat dalam permasalahan rumit ini. Tapi Ibu butuh teman bicara. Dan aku, anak sulungnyalah yang bisa melakukan itu. Ya, mesti cuman sebatas mendengarkan. Menanti Bapak pulang seperti menunggu datangnya makhluk asing dari planet lain. Ada rindu, ada benci, ada juga rasa asing yang tak bisa kumengerti. Entahlah, dari dulu kami memang tak bisa dekat. Bapak menginginkan anak laki-laki, sementara kelima anaknya perempuan. Barangkali itulah yang membuat sulit sekali diajak bermanja. Suatu sore, saat matahari senja merah saga memenuhi langit, Bapak benar-benar pulang. Sosoknya yang tinggi besar memenuhi pintu rumah. Dan Ibu menyambutnya seperti biasa, dengan mencium tangan Bapak, dan menyuruh kami melakukan hal yang sama. Tanpa beban, seolah tak terjadi apa pun yang pernah mengguncang keluarga kami. Kucari dendam di mata Ibu, tapi ya Rabbi, mata itu begitu ikhlas dan tabah. Sementara hatiku sudah mulai tertorehi luka.

Agustus 1984
Perekonomian keluarga kami benar-benar terpuruk. Aku tak bisa melanjutkan kuliah. Jangankan untuk mendaftar SMA, untuk makan sehari-hari pun mulai kesulitan. Bapak berpamitan untuk mencari kerja di Bogor. Memang di kota kecil seperti Kediri, mencari pekerjaan baru bukanlah hal mudah, apalagi untuk orang yang namanya sudah cacat seperti Bapak. Ibu mengambil alih perekonomian dengan membuka warung pecel di depan rumah. Pagi buta sampai siang, Ibu mengurus warung pecelnya. Sore hingga malam membuat krecek, makanan ringan dari irisan singkong kering yang digoreng dan dibumbuhi gula merah serta cabai. Aku membantu Ibu sekuatnya. Aku punya kewajiban moral untuk membantunya, kalau bukan aku, siapa lagi? Bangun pukul empat pagi kini tak terasa dingin lagi. Sepagi itu aku dan Ibu mulai ke pasar. Tiba di rumah, kami berbagi tugas. Aku mencuci baju, Tini membersihkan rumah. Setelah beres, kami membantu Ibu menyiangi sayuran. Ketika adik-adikku berangkat sekolah aku mulai menyiapkan potongan-potongan singkong untuk digoreng. Bila malam tiba, sambil mengajari mereka, aku dan Ibu membungkus krecek ke dalam plastik agar esok pagi bisa kuedarkan ke warung-warung dan pasar Kandat. Ya Allah, Pengatur nasib umat, aku sangat bangga pada Ibu. Di tengah himpitan ini beliau masih terus berkhusnudzan kepada-Mu, terus mengajari kami bersabar, dan terus membimbing kami dengan cintanya. Ya Allah, berikanlah segala kebaikan-Mu untuk Ibu dan kami sekeluarga. Dan berilah kesadaran untuk Bapak, ya Allah, bahwa kami adalah putri-putri yang juga mengharap cintanya. Amin.

Agustus 1986
Bapak datang. Datang! Setelah sekian lama tanpa kabar dan kiriman apa pun. Datang dengan sederet tuntutan dan lecehan pada Ibu. Tuntutan atas kehadiran anak laki-laki yang tak mampu dilahirkan Ibu. Dan satu pelecehan lagi yang membuat darahku berpacu ke ubun-ubun, beliau mengaku sudah menikah di Bogor dan mempunyai seorang anak laki-laki. Tuntutan untuk menjual sisa tanah, dengan alasan anak laki-laki lebih berhak memperoleh daripada kami. Semua dikatakan Bapak saat kami kesulitan untuk sekedar mengisi perut. Entah keberanian apa yang membuatku lancang kepada Bapak. Kupukul dan kucakar lelaki yang kusebut bapak itu sehingga sebuah tamparan keras mendarat di pipiku. Ibu yang tersimpuh di atas tubuhku dengan isak pelan, dan umpatan kasar Bapak, "Perempuan sialan, perempuan pincang! Seperti ini kau didik anakmu? Huh, dari dulu aku memang malu punya istri seperti kamu, dasar pincang!" Kali ini giliran Ibu yang mendapat tamparan Bapak. Sakit.... Sakit hatiku mendengar Ibu diumpat seperti itu. Kaki Ibu memang tidak normal, terserang polio sedari kecil. Tapi bukan berarti ia tidak sempurna mendidik kami. Sungguh ia satu-satunya wanita yang membetot habis rasa cinta dan hormatku lebih dari apa pun. Satu lagi luka tertoreh. Kupandang Bapak dengan mata menyala. Biar..... biarlah Bu, Bapak mengambil tanah itu. Kita buktikan bahwa kita bisa hidup tanpa bantuannya bila itu yang Bapak mau. Aku berjanji, aku bertekad, akan kulakukan apa pun untuk Ibu dan adik-adikku.

Januari 1990
Rumah Makan Padang "Siang Malam", Gringsing, Kendal. Aku membawa truk bermuatan kelapa memasuki pelataran rumah makan. Sisa setengah perjalanan lagi menuju Jakarta. Ahmad dan Pak Gono membuka mata. Dengan sopan aku menyilahkan mereka untuk beristirahat. Sementara aku harus berburu waktu mencari musholla, shalat Isya'. Celana hitam, jaket gombrang coklat, dan jilbab kaos hitam telah menyulapku menjadi sosok yang cukup dikenal di rumah makan ini. Pemiliknya Pak Haji Yassin juga kenal denganku. Karena itu aku memilih tempat ini sebagai tempat istrirahat bila nyopir ke arah barat. Selain lingkungannya apik, baik, juga ada musholla yang nyaman tempat aku istirahat sejenak. Sesekali bahkan Bu Haji menyuruhku istirahat di ruang belakang mereka. Sementara aku istirahat, Ahmad biasa mencuci kaca depan truk, mengisi air radiator, mengecek mesin, dan ban, serta tak lupa menyiapkan sebotol kecil kopi hangat di samping jok untuk persiapan nanti. Truk ini milik Pak Jono, teman Bapak. Aku yang dipercaya mengelolanya dengan sistem sewa. Dulu, hampir tiap hari aku keluar masuk desa untuk menawarkan jasa transportasi ini. Kini tinggal memetik hasilnya. Para petani dan pedaganglah yang datang apabila membutuhkan truk sekaligus sopirnya. Aku tak pernah bercita-cita menjadi seorang sopir. Tidak, tidak karena itu dunia laki-laki yang keras dan penuh bahaya. Tapi aku tak punya pilihan lain. Hanya pekerjaan ini yang bisa menghasilkan uang paling banyak. Sekali nyopir aku bisa mengantongi uang lima puluh ribu sampai seratus ribu. Bahkan bila musim panen, aku bisa memegang hingga satu juta rupiah sebulan. Alhamdulillah. Karena selain menyopir, aku juga memasok beberapa komoditi pasar seperti kelapa, pisang, semangka ke beberapa kota sekeliling Kediri. Tentu, dengan bagi hasil dengan Pak Jono. Ibu terus berjualan pecel dan membuat krecek. Kini hanya dibantu Sundari karena Sutini dan Sulastri sudah kuliah di Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Sedang Partinah memilih ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bahagia rasanya melihat mereka terus sekolah, lebih bahagia karena mereka tak pernah mengecewakan lelehan keringatku. Mereka belajar keras, bahkan sangat keras untuk membahagiakan Ibu dan kakaknya yang sopir truk ini. Sekali waktu, Tini pernah marah padaku, ia minta diijinkan bekerja untuk ikut membantu ekonomi keluarga. Tapi adikku itu mengkeret begitu melihatku memandang tajam ke arahnya. Adikku.... Maafkan Mbak Tiwuk. Biar Mbak Tiwuk saja yang berkorban, satu saja! Kalian semua jadilah manusia yang berhasil. Dengan lulus UMPTN, dengan kuliah yang benar, dengan cepat lulus, itu sudah cukup membantu Mbak Tiwuk. Sudah membuat Mbak bahagia. Jangan pikirkan yang lain. Doa Mbak untuk kalian semua.

Juli 1993
Rumah Makan "Ayem Tentrem", Pelabuhan Ketapang Sudah larut malam ketika aku beristirahat, menunggu kapal yang akan berangkat ke Pulau Bali. Ini rute pertamaku. Agak gamang juga. Tapi Ahmad, kenekku meyakinkan bahwa ia pernah ke Denpasar sebelumnya, jadi aku tak perlu khawatir tersesat. Deretan truk terparkir dalam keremangan pelabuhan. Aku turun, mencari musholla dan tempat nyaman untuk menyantap rantang makanan bekal dari Ibu. Menjelang pukul dua, kudengar keributan di sekitar trukku. Ahmad berteriak-teriak, aku tertegun. Segerombolan preman tengah merubungnya. Tukang palak rupanya. Sementara Pak Sabar, pemilik kayu gelondongan yang kuangkut tergigil pucat pasi di sisi truk. Pemalakan tidak tanggung-tanggung karena kami orang baru, diharuskan membayar biaya keamanan sebesar seratus ribu. Sejenak mereka melongo begitu tahu sopirnya wanita. Tapi tak pernah kugunakan sebutan itu untuk bersikap lemah, terlebih ini menyangkut hak untuk mencari penghidupan halal, hak asasi setiap umat untuk meneruskan hidupnya. Setelah gertakan untuk melapor polisi tak ditanggapi, terpaksa kuladeni tantangannya. Ahmad satu tingkat di bawahku di perguruan Perisai Diri. Jadi aku bisa mengandalkannya. Seratus ribu bukan jumlah yang sedikit. Apalagi Sulastri membutuhkan biaya untuk praktikumnya. Perkelahian berjalan tak seimbang, dua lawan tujuh. Kami bertarung sengit, tiga orang berhasil kami buat jatuh, seorang yang bertindak sebagai pemimpinnya berbuat nekad, saat tendangan kaki kiriku kuarahkan ke si brewok, ia menohok dari samping. Cras... kaki berbalut sepatu kets-ku berlumuran darah. Perih, darah keluar dengan deras. Aku masih bisa menangkis dua, tiga serangan, setelah itu gelap. Saat sadar aku telah berada dalam salah satu bangsal di RSU Banyuwangi. Menurut dokter, setelah sembuh nanti kemungkinan aku akan mengalami sedikit pincang. Sejumlah memar juga menghiasi leher dan punggung. Rupanya saat aku sudah jatuh mereka masih menendangiku. Untunglah Pak Sabar datang tepat pada waktunya dengan dua orang polisi pelabuhan. Aku bersyukur karena Ahmad dan Pak Sabar tak terluka. Ah, peristiwa pahit. Tapi tak akan melemahkan semangatku untuk terus mencari nafkah, karena lima bulan lagi Sundari lulus SMA.

Februari 1995
Kutuntun Ibu ke dalam ruangan penuh spanduk dan karangan bunga. Subhanallah, matahari pagi pucuk-pucuk pinisium ikut tersenyum memandang kami. Hari ini Sutini disumpah menjadi seorang dokter. Map hitam berlogo almamater diserahkan kepada Ibu dan aku sambil menahan tangis. "Ini....Untuk Ibu dan Mbak Tiwuk." Kupeluk adikku, kuusap keningnya. "Seandainya setiap kakak di dunia ini seperti Mbak Tiwuk.....," ujarnya dengan mata basah. "Seandainya semua adik di dunia seperti kalian, tidak akan ragu seorang kakak melakukan apa pun," kami berpelukan, kurengkuh bahu adikku, Tini yang bulan depan akan mengakhiri masa lajangnya, disunting oleh teman seangkatan, pemuda soleh yang bulan kemarin bersama keluarganya mengkhitbah Tini di rumah kecil kami. Jemputlah masa depanmu Adikku.... Mbak Tiwuk ikhlas kau langkahi.
 Mei 1997 Rumah Makan "Baranangsiang", Bogor Menyebut kota ini menimbulkan luka lagi yang menganga, Bapak..... pelan kueja namanya. Nama laki-laki yang seharusnya menanggung beban di atas pundakku. Pernikahan Tini kemarin beliau hadir, juga saat Tinah diakadkan. Semanis apa pun wajah kupasangkan, tak bisa membangun jembatan kemesraan anak beranak di antara kami. Hati ini terlanjur sakit. Pada saat kupandang wajah Ibu, masih dengan tulus yang sama menyambut kepulangan Bapak. Alangkah luas telaga maafmu, Ibu. Sementara hanya setitik hormat yang masih kupunya. Menurut berita yang kudengar, usaha Bapak di Bogor maju pesat, dengan seorang istri dan dua anak laki-laki yang diidamkannya. Syukurlah jika Bapak bahagia. Semoga waktu akan mengurai kebekuan hati ini hingga terbentuk maaf yang tulus untuknya. Karena aku tak mau selamanya jadi anak durhaka. Bukankah Allah telah begitu adil dengan apa yang telah kami terima selama ini? Sungguh aku bersyukur.......

Mei 2000
Rumah berdinding setengah bata setengah bambu kami terasa bertambah tua, atap dapur bahkan nyaris dorong. Seperti juga kerut pada Ibu, juga wajahnya yang makin mengental. Jika ada kesempatan untuk bernafas, inilah saatnya. Keempat adikku sudah mentas semua. Tinggal Sundari, itu pun sudah hampir mandiri, karena selain menyelesaikan S2, ia juga mengajar di sebuah yayasan. Kini perhatianku beralih ke Ibu. Ibu yang membesarkan kami dengan kedua tangannya, dengan kakinya yang terseok, yang selalu membentengi kami melalui doa yang rutin dipanjatkan di setiap malam, melalui puasa Senin-Kamis, dengan keprihatinannya, juga dengan sabar dan cintanya. "Wuk, bisa nggak ya niat Ibu kesampaian. Ibu ingin sekali melihat Baitullah." Satu kata itulah yang menjadi perhatianku kini. Maka, ketika Tini, Tinah, dan Lastri menawarkan diri untuk merenovasi rumah, kalimat itu kuulang pada ketiga adikku. Dengan sisa tabungan dan sumbangan mereka, aku berharap bisa memenuhi permintaan Ibu.

Juli 2000
 "Dunia begitu indah karena kami memiliki kakak seperti engkau. Terima kasih, Mbak...." Kueja kalimat itu berulang. Sebuah cincin permata berlian menyertai kertas itu. Ah, aku lupa, hari ini aku berulang tahun. Aku memang selalu lupa dan tak pernah memikirkannya. Setitik air membasahi pipi, sudah berapa lama aku tidak menangis? Kucium kertas itu. Adik-adikku, dunia pun sangat indah karena aku memiliki kalian, juga Ibu. Terima kasih ya Allah.

Februari 2001
Garuda Indonesia, Boeing 737, Jamaah Haji Kloter 12. Pada Allah semua tujuan hidup bermuara. Tak pernah kubenci dan kusesali hidupku. Karena aku telah memandang semuanya dengan syukur dan karenanya sepahit apa pun kenyataan akan tetap terasa indah. Inna ma'al 'usri yusro, sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Allah akan memberi kemudahan itu pada setiap hambanya yang sabar. Sering aku tak percaya bisa melakukan semua ini, karena tugas itu nyaris usai. Allah Yang Maha Pemurah, telah memberiku kesempatan hidup lebih panjang dari yang divonis dokter. Gadis dengan cacat jantung bawaan seperti aku...... rasanya tak percaya. Allah, jika Engkau ijinkan, berilah hamba waktu lagi minimal untuk bisa berjumpa dengan Bapak, agar kebekuan ini mencair. Untuk sebuah kata maaf yang belum pernah bisa kukeluarkan, karena aku, Tiwuk Hartati, pernah mempunyai doa yang sangat jelek untuknya. Biarlah maaf itu tumbuh seperti sejuta telaga kasih milik Ibu. Awan putih menyembul di balik kaca, bararak meniupkan simponi syahdu. Seolah aku sedang duduk di antaranya, membaca tanpa gerak bibir, bahasa yang santun dan dewasa, mengantarku dalam kedalaman rasa tiada tara. Ibu memejamkan mata di seat sebelah, tenang dan damai. Oh Ibu, akhirnya penantianmu usai sudah. Lihatlah Bu, lihat awan itu. Ia akan mengantar kita ke suatu tempat yang paling Ibu dambakan. Kuusap lembut jemari kisut dan kasar itu. Ibu.... Lelah guratan hidupmu, membayang pada raut wajah itu, tapi tak bisa mengurangi keagungan cinta milikmu. Kukecup lembut dan kubawa tangan itu ke atas dada. Di bandara tadi, harta-hartamu mengantar kepergian kita dengan haru: Dokter Sutini, Dokter Sulastri, Insinyur Partinah, dan calon guru kita Sundari, juga suami-suami mereka dan keponakanku yang lucu-lucu: Hanif, Asfa, dan Abdus. Tawamu jernih dan tulus ketika mencium mereka satu per satu, mutiara hidupmu. Wajah damaimu Ibu, adalah bentuk kepasrahan seorang hamba dalam menjalani garis hidup Sang Pencipta, tanpa keluh dan putus asa. Kepasrahan dalam ketegaran yang senantiasa yakin akan pertolongan Khaliknya. Kurasakan burung besi ini semakin meninggi, memecah udara, diiringi senyum hangat pramugari-pramugari anggun berbaju muslimah yang menawarkan makanan. Kuambilkan satu untukmu, Ibu.... Garuda pun membelah angkasa menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Semakin jauh meninggalkan Jakarta, meninggalkan Kediri. Dan satu harapan lagi, dengan izin-Mu akan terwujudkan. Allah Maha Besar. Kiriman dari seorang kawan (Deddy Diana Mahdi).
 “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu sesuatu yang dapat kamu pakai; dan kamu melihat kapal-kapal berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur”. AN NAHL (16:14)

Selasa, 11 Februari 2014

Surat dari Sahabat

Perhatikan pikiran anda sebelum berubah menjadi konsentrasi.
Perhatikan konsentrasi anda sebelum berubah menjadi perasaan.
Perhatikan perasaan anda sebelum berubah menjadi perilaku.
Perhatikan perilaku anda sebelum berubah menjadi hasil.
Perhatikan hasil yang anda dapat sebelum menentukan jalan hidup anda.

Anda bukan label yang disandangkan oleh Anda sendiri, dan bukan label yang disandangkan oleh orang lain pada anda.
Anda bukan kesedihan, kecemasan, kekhawatiran,frustasi, atau kegagalan.
Anda bukan usia, berat badan, bentuk tubuh, atau warna kulit anda.
Anda bukan masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang.

Anda adalah makhluk paling baik yang diciptakan Allah.
Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia, Anda pasti bisa mewujudkannya, bahkan bisa lebih baik.
Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang.
Musim dingin adalah awal bagi musim panas.
Penderitaan adalah awal bagi ketenangan.
Kesulitan adalah awal bagi kebaikan.
Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri.
Karena itu, nikmati setiap waktu anda.
Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan Anda.

Hiduplah dengan cinta kepada Allah.
Hiduplah dengan cita-cita.
Hiduplah dengan perjuangan.
Hiduplah dengan kesabaran.
Hiduplah dengan cinta.
Hargailah kehidupan.

(Sumber: Dr.Ibrahim Elfiky, Terjemahan Quwwat al-Tafir, = Terapi Berfikir Positif)



Senin, 10 Februari 2014

Cara TERCEPAT dan TERMUDAH Mengatasi Masalah Fisik dan Emosi



Phobia yang perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya, bisa diatasi dalam waktu 5 - 50 menit
Pecandu rokok yang sehari lebih 2 pack rokok, diterapi 5 - 15 menit tidak mau merokok lagi bahkan mual/muntah
Menghilangkan emosi negatif seperti malu, mudah marah, malas dll.
dengan sangat cepat
Penderita diabetes dengan gula darah tinggi setelah diterapi kurang dari 1 jam bisa turun dan mendekati normal
Mengatasi masalah stress dan depresi dengan cepat dan mudah

Permasalahan diatas adalah masalah sehari-hari yang sering kita hadapi. Bagaimana jika salah satu dari keluarga kita atau teman dekat kita mengalami permasalahan diatas.

Betapa bahagianya kita, seandainya kita mempunyai skill yang bisa menyelesaikan masalah tersebut seperti contoh diatas.

SEFT dapat mengatasi masalah seperti:
Takut, Trauma, Depresi, Kecanduan Rokok, Sulit Tidur, Mudah Marah, Kesulitan Belajar, Tidak percaya diri, dll

SEFT ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin, kini sudah 15 ribuan orang di Indonesia telah belajar tehnik SEFT

MENGAPA SEFT DISEBUT “TEHNIK REVOLUSIONER” ??

Ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang seluruh dunia
Mudah, semua orang ,bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukannya
Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau tehnik yang beresiko
Memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang lain

GOAL WORKSHOP :

1. Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah emosi dan fisik secara mandiri
2. Membantu oranglain terutama keluarga dan anak-anak untuk mengatasi fisik dan emosi mereka

Who Should Attend This Workshop:

Siapa saja, Semua Umur, Karyawan, Ibu rumah tangga, Pelajar/Mahasiswa, Pensiunan, yang ingin mengatasi masalahnya atau ingin membantu orang lain.

sudah saatnya anda mencoba SEFT terapi.
Kini hadir kembali diBalikpapan Tempat Hotel Lira Aulia, pada Ahad, 23 Maret 2014 jam 09:00 sd 17:30
fasilitas : toolkit dan sertifikat dari PT.Albi, makan siang dan 2 kali coffe break. mitra belajar: Husni Hasibuan (senior trainer SEFT for healing lisensi Ahmad Faiz Zainuddin) investasi: Rp, 850,000,- alumni 200rb.
bagi yang berminat ikut pelatihannya sila call or sms saya di no. hp 0815-2032-5787 atau pin BB : 209a7d0e, rasakan terbebas dari gangguan gangguan fisik dan emosi. siapa tau training ini merupakan solusi buat masalah anda. terima kasih
ingin tahu tentang testimoni SEFT terapi sila ke http://klikalbi.com/testimonial

Bersedia mengadakan home traning atau inhouse training dan bersedia memberikan training SEFT secara privat
Segera Daftar Ya..

Kamis, 02 Januari 2014

Rahasia Terpendam (Seri 1)

Dulu gelab sekarang telah jadi terang. Kemaren jahil sekarang sudah faham. Sebelumnya samar samar kini menjadi jelas. Begitulah ilmu jika dicari, dia akan datang ketika kesungguhan hati memburunya. Diperlukan antusias dan niat ikhlas untuk mendapatkannya.
Faris Obet, sahabat Facebook menuliskan bahwa Imam Asy Syafi'i pernah berkata: "Seseorang tidak akan sampai pada ilmu ini sampai ia ditimpa kefakiran(kemiskinan), dan kefakiran tersebut lebih ia sukai daripada yang lainnya" (Siyar:10/89)Imam Yahya bin Abi Katsir berkata: "Ilmu tidak diperoleh dengan jiwa yang enak (santai)". (Al-Jami': 1/91). So,bersemangatlah para penuntut ilmu, dan bersabarlah dalam memperolehnya.
Dunia dalam ilmu pengobatan semula terselimuti, terputus tanpa tuntas, kepala ada disuatu tempat sedangkan organ-organ lainnya berada pada tempat yang berbeda-beda, sehingga memandangnya tidak utuh cuma sepotong-sepotong. Dengan pencarian panjang selama 9 tahun Alhamdulillah akhirnya ku temukan juga dia. Kesadaran akan pemahaman menyeluruh (Holistik) tentang kedokteran timur menyeruak ke permukaan pikiranku setelah belajar kepada sang Debu dengan konsep Holistiknya. Pengobatan ini seperti pohon. Terdiri dari akar, batang dan ranting. Akar itu bagaimana anda mengenal alam, anatomi tubuh dan konsep keseimbangan di alam dan dalam tubuh manusia. Batang adalah anda memahami apa yang membuat orang sakit, bagaimana penyakit itu muncul, bagaimana mendiagnosa penyakit ringan - sedang - berat - mau meninggal. Belum tentu kelihatannya penyakit ringan tapi ternyata penyakit berat dan sebaliknya. Diperlukan ilmu dan ketelitian.
Cabang atau ranting, maqsudnya adalah tindakan terapi yang terdiri dari 3 hal. (1) terapi fisik berkenaan dengan darah atau pemeliharaan darah,  ada bekam (the best) ada lintah (sewaktu-waktu saja) ada alfasdu (ketika darah didalam yg harus dikeluarkan) terapi fisik yang berkenaan dengan pola pemanasan yaitu ada yang pakai moksa, batu yang dipanasi atau air yang dimasukkan ke pelastik ditempelkan ke organ tertentu yang intinya /prinsipnya bagaimana panas itu masuk ke tubuh. Terapi yang bersifat tonifikasi atau mengisi, Terapi mengusir atau membuang, Terapi melancarkan qi atau xue-diantaranya darah, Terapi yang prinsipnya membersihkan materi berupa lendir, menambah organisma yang kurang untuk membantu organisma yang baik melawan organisma yang buruk. Kapan anda menggunakan bekam dan kapan menggunakan tehnik - tehnik terapi yang lain? karena bila salah-salah bukan nya sembuh sipasien tapi bisa tambah drop atau tambah menderita setelah diterapi. Sang Debu Berkata:"Jadilah sang Jenderal yang cermat mengamati peta pertarungan antara daya tahan tubuh dan serangan penyakit....ingat, kecermatan analisa akan menentukan tindakan yang tepat untuk tiap serangan yang akan menghasilkan kemenangan" (2) terapi fisik dengan giji & herbal (3) berkaitan terapi gangguan-gangguan emosi, di level ini anda bisa gunakan nasehat, yaitu  bawa ke Ustadz atau Asatidz, syaikh atau saya perkenalkan terapi yang telah saya buktikan kemujarabanya seperti tehnik - tehnik SEFT terapi atau bisa juga quantum touch.

Ambil ancang - ancang, persiapkan diri dan biaya dari sekarang sang debu akan datang ke Balikpapan selama 5 hari di bulan Mei 2014 berbagi ilmu-ilmu tersebut kepada masyarakat Kalimantan yang antusias dan rela mengobankan waktu, tenaga dan dananya menggapai kemuliaan dihadapan Allah sebagai tholabul 'ilmi yang kelak bermamfaat buat orang banyak.

Nantikan seri kedua Rahasia Terpendam 
(Husni Hasibuan)


Senin, 30 Desember 2013

SEFT Balikpapan (quit smoking)



SEFT untuk berenti rokok

ANda bisa berhenti merokok dengan SEFT terapi, namun syarat utamanya adalah hati anda bersikeras untuk berhenti. Syarat ini perlu karena banyak orang terapi berenti rokok tdk sungguh sungguh hasilnya adalah kegagalan. Bila anda jujur bahwa anda mengerti bahayanya rokok dan anda keenakan merokok , anda tidak mau berhenti rokok anda ingin agar anda berkeinginan berhenti rokok, kami bisa Bantu agar keinginan anda berubah dari tdk mau diterapi berenti rokok sampai jadi mau. SEFT itu mengaNTARKAN ANDA kepada kebebasan emosi dari tdk mau menjadi mau, dari sedih menjadi senang , dari cinta buta menjadi terkontrol dsb.

Jika anda menterapi kasus quit smoking ini  kaliman set up nya adalah:
1.
Ya Allah, walaupun saya kecanduan merokok dan saya saya tahu efeknya tidak baik bagi kesehatan, namun saya ikhlas dan pasrahkan penyembuhannya kepada MU.

2. Pada saat melakukan tapping pada setiap titik , anda bawa si pasien merasakan nikmatnya rokok.

Setelah itu ukur intensitasnya, jika belum nol, lakukan tapping versi lengkap dengan kalaimat setup Walaupun Saya MASIH ingin merokok, padahal merokok itu merusak kesehatan, saya memilih hidup sehat, ikhlas dan terima diri saya sepenuhnya dengan penekanan yang agak dalam/kuat di kata Ikhlas dan terima sepenuhnya.

Jika anda berhasil, dan intensitas= 0, jangan cepat selesai, karena ada satu hal lagi yang sangat penting dan anda harus lakukan yaitu: menghilangkan kondisi/kebiasaan yang menyebabkan sipasien selalu ingin merokok, yaitu antara lain :
1.
Habis makan
2. sedang melamun
3. Sedang kebelakang (kamar kecil)
4. Stress
5. Cari inspirasi
6. Nonton TV
7. Kongkow2 dengan teman
8. Nonton bola
9. dll.

Kalimat set upnya :
Ya Allah walaupun saya merokok disebabkan karena saya (sebutkan alasan tsb diatas), saya pasrah dan terima diri saya sepenuhnya)

Lalu ukur intensitasnya dengan sambil membayang jika atau seolah olah sedang melakukan kebiasaan tsb diatas.
lakukan tapping beberapa putaran

Semoga berhasil

Ingin belajar SEFT for healing? Call or sms 0815-2032-5787 pelatihan diadakan bulan februari 2014
salam
SEFT Balikpapan
Husni Hasibuan

Selasa, 27 Maret 2012

SEFT Center Balikpapan

Training SEFT:
Ikuti training SEFT Total solution bersama foundernya live , Ahmad Faiz Zainuddin yang akan merubah anda sampai 5 level perubahan insya Allah,
5 level perubahan tersebut adalah ; 1. behavior (prilaku dan kebiasaan dari yg negatif kepada yang positif) 2. capability (skill dan kemampuan, dari nagak bisa menjadi ahli dalam terapi fisik dan gangguan emosi dgn SEFT) 3. belief (nilai2 &keyakinan, dari negatif ke positif) 4. Identitas diri (siapa saya?) 5. Mission (misi hidup saya?)
Insya Allah asyik, Saya telah membuktikannya. Berikut jadwal Training SEFT bulan Mei:
1. Pontianak, 4-5 Mei 2013 (Hotel Orchad)
2. Jogjakarta, 8-9 Mei 2013 (Hotel Sahid Raya)
3. Purwokerto, 10-11 Mei 2013 (Stroke Centre, RS Geriatri)
4. Surabaya, 11-12 Mei 2013
5. Balikpapan, 16-17 Mei 2013
6. Banyuwangi, 18-19 Mei 2013
7. Batam, 22-23 Mei 2013 (Hotel Vista)
8. Surabaya, 23-24 Mei 2013 (Training for Trainer II)
9. Jakarta, 25-26 Mei 2013 (Graha Mandiri)
Info pendaftaran hubungi:
husni hasibuan,(traner SEFT healing one day lisensi Ahmad faiz zainuddin) di 0815-20-325787
Ini training terakhir sblm pak Ahmad Faiz Zainuddin ke Amerika hingga bulan September 2013

Atau bila anda pengen one day training SEFT Healing saja cukup 750rb akan dipandu oleh saya , Husni Hasibuan Trainer SEFT Healing Lisensi Ahmad Faiz zainuddin.
Diadakan Sabtu 18 Mei 2013 di gd.Inhutani Balikpapan
Dengan one day training SEFT Healing: Anda akan Memiliki Skill Sendiri Untuk Mengatasi Sakit Fisik & Emosi Dengan Metode SEFT, Bisa Menterapi Diri Sendiri, Keluarga & Orang Lain dengan Mudah & Benar.

Fasilitas :
* 8 Materi Pokok SEFT for Healing
* Toolkit SEFT for Healing ( Resmi dari PT.ALBI )
* Lunch 1x
* Coffee Break 2x
Pendaftran ; ketik : Nama - Alamat kirim ke 0815-20-325787

Peserta Terbatas yaa...hanya untuk 20 Peserta saja

Jumat, 20 Januari 2012

Ruqyah



Ruqyah secara am adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar'i ( Ruqyah Syar'iyah ) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya. Dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadiths-hadiths Rasulullah SAW yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan.

Ruqyah terbahagi kepada dua :-

Pertama : Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari'at Islam iaitu disebut Ruqyah Syar'iyah.

Kedua : Ruqyah yang tidak dibenarkan oleh syari'at Islam, iaitu Ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak difahami maknanya atau Ruqyah yang mengandungi unsur-unsur kesyirikan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak ada unsur syirik." ( HR. Muslim )


Syarat Ruqyah Syar'iyah

Para ulama sepakat membolehkan Ruqyah dengan tiga syarat :-
  1. Dengan mempergunakan firman Allah ( ayat-ayat Al-Quran ) atau nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
  2. Mempergunakan Bahasa Arab atau bahasa yang dapat difahami maknanya.
  3. Berkeyakinan bahwa zat Ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah SWT.
Ketentuan Meruqyah

Tatkala melakukan Ruqyah hendaknya diperhatikan ketentuan berikut :-
  1. Ruqyah tidak mengandungi unsur kesyirikan.
  2. Ruqyah tidak mengandungi unsur sihir.
  3. Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, tukan telek dan orang-orang yang segolongan dengan mereka, walaupun secara zahir mereka memakai sarban, jubah dan sebagainya. Kerana bukan penampilan yang menjamin seseorang itu terbebas dari perdukunan, sihir dan kesyirikan.
  4. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau tidak difahami maknanya, seperti tulisan abjad atau tulisan yang tidak difahami.
  5. Ruqyah tidak dengan cara yang diharamkan seperti dalam keadaan junub, di kburan, di kamar mandi, di bilik yang gelap dan sebagainya.
  6. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang diharamkan, seperti celaan, cacian, laknat dan lain-lainnya.
Keutamaan Ruqyah mengikut Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan juga ubat penawarnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Setiap penyakit ada ubat penawarnya dan apabila suatu ubat itu sesuai dengan jenis penyakitnya, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah." ( HR. Muslim ) Dan yakinlah bahwa tidka ada yang mampu menyembuhkan sesuatu penyakit melainkan hanya Allah SWT. Maka di antara cara yang paling tepatm efektif dan mujarab untuk menghilangkan sesuatu penyakit dan menangkal mara bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pengubatan. Al-Quran telah menjelaskan hal itu secara terang :

Katakanlah, "Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar." ( QS. Fushshilat : 44 )

"Dan kami turunkan dari Al-Quran ( ada ) sesuatu yang menjadi ubat penawar dan menjadi rahmat bagi orang yang beriman." ( QS. Al-Isra' : 82 )

Junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya telah mencontohkan pengubatan dengan mempergunakan Al-Quran dan doa-doa untuk mengubati berbagai macam penyakit, baik disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin seperti kerasukan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa seperti kala-jengking, ular dan sebagainya. Rasulullah SAW juga mempergunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa untuk penjagaan dan perlindungan diri.


Hadis sandaran berkaitan Ruqyah

Nabi Muhammad SAW meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian usapkan ke seluruh tubuh terjangkau oleh kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari )
Jabir Bin Abdullah r.a. berkata, "Seseorang di antara kami disengat kalajenking. Kemudian Jabir berkata, "Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahkannya? Maka beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah." ( HR. Muslim )

Aisyah r.a. juga mengatakan, "Rasulullah SAW memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh 'ain ( mata yang dengki )." ( HR. Muslim )

Dari Abu Sa'id Al-Khudhri r.a., Jibril mendatangi Nabi SAW, lalu berkata, "Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?" Beliau menjawab, "Ya!" Kemudian Jibril (meruqyahnya ), "Bismillahi arqika, min kulli syai'in yu'dzika, min syarri kulli nafsin au 'aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika" ( "Dengan nam Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu") ( HR. Muslim )

Aisyah r.a. berkata, "Biasanya Rasulullah SAW apabila ada seorang yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdoa, "Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah kerana Engkaulah pemberi penyembuh, tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit." ( HR. Muslim )

Uthman Bin Abil 'Ash r.a. datang menemui Rasulullah SAW mengadukan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian Rasulullah SAW berkata, "Letakkan tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah; "Bismillahi" ( dengan menyebut nama Allah ) tiga kali, dan bacalah; "A'uzu billahi wa qudrotihi min syarri ma ajidu wa uhadziru" ( aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku dapati dan yang aku hindari ) tujuh kali." ( HR. Muslim )



berikut ini fatwa para ulama :

¨ Dalam Al Qamusul Muhith Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub Al Fairuz Abady halaman 1161 menyebutkan :
لضَّمِّ العُوْذَةُ الرُّ قْيَةُ ، بِا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan. Ruqyah berasal dari kata : رَ قَى يَرْ قِيْ رَقْيًاوَرُقِيًّاوَرُ قْيَةً بَفَثَ فِيْ عُوْ ذَ تِهِ yang artinya meniup dalam memohon perlindungan.

¨ Muhammad binAhmad Al Azhari dalam Tahdzibul Lughah 9/293 :
رَقَىالرَّاقِيْ رُقْيَةً وَرَقْيًاإِذَاعَوَّذَوَنَفَثَ Raqi (seorang peruqyah) melakukan ruqyah apabila ia membaca doa perlindungan dan meniup.
¨ Ibnul Atsir dalam An Nihayah fi Gharibil Hadits 3/254 :
الرُّقْيَةُ ،بِالضَّمِّ العُوْذَةُاَّلِتيْ يُرْ قَى بِهَا صَاحِبُ الآ فَةِوَالْحُمَّىوَ غَيْرِ هِمَا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan apabila ia diruqyahkan bagi orang yang terkena bala’ atau bencana, demam, dan yang lainnya.
¨ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawa 10/195 :
“Ruqyah artinya memohon perlindungan. Al Istirqa’ adalah memohon dirinya agar diruqyah. Ruqyah termasuk bagian dari doa.”

¨ Ibnu Taimiyyah berkata, “Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR.Muslim No.2200, red). Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh.” (Majmu’ul Fatawa : 23/277).


¨ Sa’ad Muhammad Shadiq dalam Shira’Bainal Haq wal Bathil halaman 147 berkata : Ruqyah pada hakekatnya adalah berdoa dan tawassul untuk memohon kepada Allah kesembuhan bagi orang yang sakit dan hilangnya gangguan dari badannya.”

¨ Syekh Nashiruddin al-Albani berkata,Ruqyah adalah do’a yang dibaca untuk mencari kesembuhan yang terdiri dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Sedangkan apa yang bisa dibaca oleh seseorang yang terdiri dari kata-kata yang bersajak atau kalimat-kalimat yang tidak jadi ada unsur kekufuran dan kesyirikannya, maka hal itu termasuk ruqyah yang dilarang.” (Kitab Dhaif Sunan Tirmidzi : 231).

¨ Imam Nawawi juga telah berkata, Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur’an dan dengan do’a-do’a yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama’ bahwa mereka telah bersepakat (ijma’) bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau do’a-do’a yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 14/341).



¨ Imam Nawawi menukil perkataan Syekh al-Maziri, “Semua ruqyah itu boleh apabila bacaannya terdiri dari kalam Allah atau Sunnah Rasul. Dan ruqyah itu terlarang apabila terdiri dari bahasa non Arab atau dengan bahasa yang tidak dipahami maknanya, karena dikhawatirkan ada kekufuran di dalamnya.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 13/341).


¨ Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:“Adapun ruqyah (jampi/mantera) dengan ayat-ayat Al Quran, dan dzikir-dzikir yang ma’ruf (dikenal), maka hal itu tidak dilarang, bahkan sunah. DI antara mereka ada yang mengatakan dalam mengkompromikan dua hadits (yang nampak bertentangan), sesungguhnya pujian untuk meninggalkan ruqyah menunjukkan afdhaliyah (hal yang lebih utama), dan kejelasan tawakkal. Dan, orang yang melakukan ruqyah dan diizinkannya hal itu menunjukkan kebolehannya tetapi itu meninggalkan hal yang lebih utama. Inilah yang dikatakan Ibnu Abdil Bar, dia menceritakan dari orang yang menceritakannya. Sikap yang dipilih adalah yang pertama. Mereka telah menukil tentang ijma bolehnya ruqyah dengan ayat-ayat dan kalimat dzikrullah Ta’ala.” (Syarh Shahih Muslim, 7/325)
¨ Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dengan mengutip perkataan Imam Qurthubi, “Termasuk ruqyah yang dibolehkan adalah terdiri dari kalam Allah (al-Qur’an) atau asma’-Nya, atau yang do’a yang telah diajarkan Rasulullah.” (Kitab Fathul Bari : 10/196).

¨ Syekh Hafizh bin Ahmad Hakami berkata, Ruqyah yang terlarang adalah ruqyah yang tidak terdiri dari al-Qur’an atau as-Sunnah dan tidak berbahasa Arab. Ruqyah seperti itu termasuk bacaan untuk mendekatkan diri kepada syetan. Sebagaimana yang dilakukan oleh pata dukun dan tukang sihir. Bacaan seperti itu juga banyak dijumpai dalam kitab-kitab mantra dan rajah seperti Kitab Syamsul Ma’arif dan Syumusul Anwar dan lainnya. Hal itu merupakan upaya musuh Islam untuk merusak Islam, padahal sesungguhnya Islam bersih dari hal semacam itu.” (Kitab A’lamus Sunnah al-Mansyurah : 155).

¨ Seorang ahli Fiqh dan Ushul Fiqh yang bernama Imam al-Qarafi berkata, Ruqyah adalah kalimat-kalimat khusus yang dengannya akan diperoleh kesembuhan dari penyakit dan terhindar hal-hal yang merusak dengan izin Allah. Tidak bisa dikategorikan sebagai ruqyah bila menimbulkan bahaya, tapi justru itulah yang disebut dengan sihir. Dan kalimat-kalimat (bacaan ruqyah) ada yang dianjurkan, seperti surat al-Fatihah dan al-Mu’awwidzatain. Dan ada juga yang dilarang, seperti ruqyah orang-orang jahiliyyah, atau orang-orang India dan lainnya. Karena dikhawatirkan mengandung kekufuran. Maka dari itu Imam Malik dan yang lainnya melarang ruqyah yang berbahasa selain Arab, karena dikhawatirkan di dalamnya mengandung suatu yang haram.” (Kitab al-Furuq : 4/147).


¨ DR.Abdullah bin Ahmad at-Thayyar berkata, Ruqyah syirkiyyah (yang mengandung syirik) adalah bacaan yang di dalamnya memohon pertolongan kepada selain Allah SWT. Dan termasuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah, seperti meruqyah dengan nama-nama jin, malaikat, nabi dan orang-orang shahih.” (Kitab Fathul Haqqil Mubin : 106).
¨ Imam Al Maziri Rahimahullah mengatakan:Semua ruqyah adalah boleh jika berasal dari kitabullah atau dzikir.” (Ibid)

¨ Imam Abul Abbas Al Anhari Al Qurthubi Rahimahullah dalam kitab syarahnya terhadap Shahih Muslim, menjelaskan –setelah memaparkan hadits-hadits tentang keringanan untuk melakukan ruqyah: “(Hadits ini) merupakan dalil bahwa pada dasarnya ruqyah itu terlarang, sebagaiana yang telah dijelaskan sebelumnya, sebagaimana riwayat: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang ruqyah.” Ini adalah larangan secara mutlak, karena dahulu mereka melakukan ruqyah ketika jahiliyah dengan berisi kesyirikan dan kata-kata yang tidak dimengerti, dan mereka meyakini bahwa ruqyah inilah yang memberikan pengaruh. Kemudian, ketika mereka masuk Islam yang seperti itu telah dihilangkan dari mereka, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang itu secara umum, agar larangan tersebut lebih kuat dan upaya pencegahan. Kemudian, ketika mereka menanyakannya dan mengabarkannya, bahwa mereka mendapatkan manfaat dari itu, maka mereka mendapat keringanan pada sebagian hal itu. Nabi bersabda: “Tunjukkan kepadaku ruqyah kalian, tidak apa-apa jika tidak terdapat syirik di dalamnya.” Maka beliau membolehkan ruqyah untuk setiap bentuk malapetaka seperti sakit, luka, bisul, demam, penyakit mata jahat, dan lainnya, jika ruqyah tersebut dengan kalimat yang bisa difahami dan tidak terdapat kesyirikan di dalamnya, dan tidak sesuatu yang terlarang. Yang paling utama dan bermanfaat adalah: ruqyah yang berasal dari asma Allah dan firmanNya, firman Allah dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Al Mufhim Lima Asykala ‘ Ala Talkhishi Kitabi Muslim, 18/65. Maktabah Misykah)

¨ Imam Badruddin Al ‘Aini Rahimahullah menjelaskan:“Bolehnya ruqyah dengan sesuatu dari Kitabullah, dan juga dengan doa-doa yang ma’tsur atau yang serupa dengan itu. Tidak boleh dengan lafaz-lafaz yang tidak diketahui maknanya, berupa lafaz yang bukan bahasa Arab. DI dalamnya terdapat perbedaan pendapat. Asy Sya’bi, Qatadah, Said bin Jubeir, dan segolongan lainnya mengatakan ruqyah adalah hal yang dibenci. Wajib bagi seorang mukmin untuk meninggalkannya sebagai upaya memegang teguh kepada Allah Ta’ala dan bertawakkal atasNya, percaya denganNya, dan memutuskan hubungan dengan ruqyah.” (‘Umdatul Qari, 18/303. Maktabah Misykah)
 



tambahan: 
"Dari Abu Bakar bin Sulaiman Al-Qursyi, dia berkata.'Sesungguhnya ada seorang laki-laki dalam kalangan Anshar yang mempunyai bisul. Lalu ditunjukkan bahwa Asy-Syifa' binti Abdullah dapat mengobati bisul dengan ruqyah. Maka laki-laki Anshar itu mendatanginya lalu meminta agar dia mengobatinya lalu meminta agar dia mengobatinya dengan ruqyah. Asy-Syifa' berkata kata.'Demi Allah, aku tidak lagi mengobati dengan ruqyah sejak aku masuk Islam'. Lalu laki-laki Anshar itu pergi menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan kepada beliau tentang apa yang dikatakan Asy-Syifa'. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil Asy-Syifa, seraya berkata. 'Perlihatkanlah (ruqyah itu) kepadaku !'. Maka dia pun memperlihatkannya. Lalu beliau berkata. 'Obatilah dia dengan ruqyah, dan ajarkanlah ia kepada Hafshah sebagaimana engkau mengajarkan Al-Kitab kepadanya'. Dalam suatu riwayat disebutkan :'Mengajari menulis". Hadits shahih, ditakhrij Al-Hakim 4/56-57, menurutnya, ini adalah hadits shahih menurut syarat Asy-Syaikhani. Yang serupa dengan ini juga ditakhrij dari jalan lain oleh Abu Dawud, hadits nomor 3887, Ahmad 6/372